Romantisisme Mahathir vs Pak Lah

Saya kenal Mahathir hanya menerusi media resmi dan yang tidak resmi. Amalan media resmi nampaknya gagal memaparkan imej seperti yang dikehendakki, yakni sentiasa “cool’, konsisten dan sememangnya peranan media resmi itu kerjanya memaparkan kesemua yang elok elok belaka. Orang media tidak boleh ambil gambar pemimpin besar sedang korek korek hidung (mungkin gatal atau alahan sambal belacan). Dulu pernah seorang jurugambar RTM yang mungkin sedikit nakal, menyorot perbuatan pegawai kanan FINAS menggali lombong emasnya dalam satu majlis resmi.

Setelah pencen sebagai PM (walaupun orang politik sebenar tidak pernah pencen berpolitik), Dr Mahathir memperlihatkan romantisismenya dalam temubual akhbar bebas malaysiakini.com , dalam beberapa ayat sinis antaranya, Send signal to the ‘rotten’ government. Orang yang pernah ikuti gelagat mantan mantan PM Malaysia tentu faham dan tidak terkejut dengan kata kata beliau itu. Sudah menjadi semacam satu norma politik bagi setiap mantan membelasah status quo.

ps. Selepas minum kahwa bersambung……

One thought on “Romantisisme Mahathir vs Pak Lah

  1. Tom,

    Hang tolong bagi tau aku macam mana nak masuk video dlm blog. Aku masuk guna youtube tapi jadi besar dan tak boleh play. Hang kata kena compres dulu. Cam mana caranya? Harap hang boleh jelaskan dengan bahasa mudah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s