Menyemai Budaya Iqra’ oleh Anwar

Tajuknya menarik, begitu juga isinya. Walaupun blog mantan TPM mungkin sepintas lalu dianggap sebagai satu lagi blog politik tetapi rupa rupanya terdapat juga panduan berguna seperti yang terdapat didalam Menyemai Budaya Iqra’.

Petua membaca daripada seorang yang kuat membaca. Bagaimana cara anda membaca?

Kebetulan saya juga pernah memegang karya Umberto Eco, “Foucault’s Pendulum“, dan juga terbantut bacaan kerana gaya penulisan seorang profesor yang bertele. Entri mantan TPM itu mendapat satu respon yang menarik daripada Sdr. Hasbullah. Pengalaman Sdr. Hasbullah membaca patut juga kita teladani. Blog beliau berjudul Blog Tak Berdaftar.

2 thoughts on “Menyemai Budaya Iqra’ oleh Anwar

  1. Cara saya membaca… saya membaca dengan begitu lambat. Adakalanya cemburu juga melihatkan orang lain yang dapat menghabiskan buku dalam masa yang singkat.

    Biasanya baca lambat, lambat lupa apa yang dibaca. Baca cepat, cepatlah lupa apa yang dibaca.

  2. Membaca buku, cakrawala … saya membaca alam, dan insan itulah caranya saya membaca dunia, yang zahir dan terlindung dari mata-mata yang celek, tetapi kurang celek😉

    Hmm pelik juga…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s